Langsung ke konten utama

Dakwah dalam Kajian Pola Komunikasi



  Komunikasi antar budaya menjadi norma di tengah-tengah masyarakat yang telah mengglobal. Tidak ada lagi batas-batas regional dan hambatan budaya yang bergerak antara satu orang dan yang lain. Namun dalam kenyataannya, perbedaan budaya sering menyebabkan riak masalah dan bahkan mengarah pada munculnya konflik sosial. Hal ini disebabkan menguatnya identitas etnis yang menyebabkan munculnya etnosentrisme dan stereotipe di mana satu kelompok merasa lebih superior dari kelompok etnis lain. Studi ini membahas hubungan komunikasi dan budaya yang seperti dua sisi mata uang. Budaya membentuk pikiran dan perilaku manusia dan membentuk pola komunikasi kita. Sementara dengan komunikasi kita dapat menyampaikan hasil ciptaan, keinginan dan rasa kepada orang lain. Penelitian ini ingin meneliti hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi antar budaya, terutama pada kelompok agama yang menyebabkan munculnya prasangka, menyebabkan rasa saling curiga dan bahkan permusuhan antar kelompok agama. Dalam hal ini prasangka menjadi kendala dalam berkomunikasi. 

   Komunikasi antarbudaya bertujuan untuk menghilangkan hambatan sebagai akibat dari perbedaan budaya. Sebagai prinsip komunikasi yang lebih menyukai latar belakang budaya akan komunikasi yang lebih efektif. Komunikasi antarbudaya ingin menjadikan kita manusia, yaitu orang yang melihat orang lain dari sudut budaya mereka bukan dari sudut budaya kita sehingga akan tumbuh saling menghargai.

    Pola komunikasi adalah rangkaian dua kata, yaitu pola dan komunikasi. Keduanya memiliki keterkaitan makna sehingga antara satu sama lain saling mendukung.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “pola” dapat diartikan dengan sistem ; cara kerja, bentuk (struktur) yang tetap. Pola juga diartikan dengan bentuk atau cetakan. Pola sebagai model merupakan gambaran yang abstrak dan sistematis, yaitu cara untuk menunjukkan sebuah objek yang mengandung kompleksitas proses di dalamnya dan hubungan antara unsur-unsur pendukungnya. Menurut Little John dalam Wiryanto (2004:9), model dapat diterapkan pada setiap representasi simbolik dari suatu benda. Pola komunikasi diartikan sebagai bentuk atau pola hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan cara yang tepat, sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Menurut Soenarto dalam Firdaus dikatakan bahwa dimensi pola komunikasi terdiri dari dua macam, yaitu pola yang berorientasi pada konsep dan pola yang berorientasi pada sosial yang mempunyai arah hubungan yang berlainan. Tubbs dan Moss (2005:27) mengatakan bahwa pola komunikasi atau hubungan antara dua orang atau lebih itu dibagi menjadi tiga : a) Bersifat komplementer. Hubungan komplementer didasarkan pada perbedaan diantara orang yang terlibat. Satu bentuk perilaku akan diikuti oleh lawannya. Contohnya perilaku dominan dari satu partisipan mendatangkan perilaku tunduk pada lainnya. b) Bersifat simetri, tingkatan sejauh mana orang berinteraksi atas dasar kesamaan. Dominasi bertemu dengan dominasi, atau kepatuhan dengan kepatuhan. c) Bersifat sejajar yaitu pola hubungan yang merupakan kombinasi dari komplementer dan simetris.

    Disini kita mulai melihat bagaimana proses interaksi menciptakan struktur sistem. Bagaimana orang merespon satu sama lain menentukan jenis hubungan yang mereka miliki. Pola komunikasi merupakan gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya. Pola Komunikasi diartikan sebagai bentuk atau pola hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman, dan penerimaan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Dengan demikian maka suatu pola komunikasi merupakan gambaran atau rencana yang meliputi langkah-langkah pada suatu aktifitas, dengan komponenkomponen yang merupakan bagian penting atas terjadinya hubungan komunikasi antar manusia atau kelompok dan organisasi. Pola komunikasi adalah bentuk atau pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam proses mengkaitkan dua komponen yaitu gambaran atau rencana yang menjadi langkah-langkah pada suatu aktifitas dengan komponen-komponen yang merupakan bagian penting atas terjadinya hubungan antar organisasi ataupun juga manusia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini