Langsung ke konten utama

Unsur Unsur Komunikasi Lintas Budaya

 


Komunikasi Antar Budaya (KAB) bukan merupakan sesuatu yang baru atau terjadi akhir-akhir ini saja. Terjadinya kontak pertemuan antara individu-individu dengan latar belakang kebudayaan yang berlainan maka KAB pun telah berlangsung. Namun, KAB sebagai salah satu studi sistematik mengenai apa yang terjadi .apabila kontak atau interaksi antara orang-orang yang berbeda latar belakang. kebudayaannya, memang relatif masih baru.

Pada mulanya, KAB terjadi hanya dalam lingkup masyarakat yang sangat kecil, yang merupakan golongan minoritas. Misalnya pejabat-pejafaat pemerintah atau pedagang-pedagang tertentu yang mempunyai kepentingan dan kesempatan untuk berkunjung ke negeri-negeri lain. Bagian terbesar kelompok masyarakat lainnya baru lalam dekade-dekade terakhir saja dapat pergi meninggalkan tempat asalnya atau negaranya. Namun sekarang ini, sejalan dengan kemajuan teknologi komunikasi keadaan tersebut telah berubah karena dunia saat ini dipenuhi oleh masyarakat manusia yang bersifat mobil dan dinamis, siap untuk menghadapi situasi-situasi baru dalam konteks apa pun dan berjumpa. dengan partner-partner komunikasi yang sama sekali belum pernah dikenal maupun terbayangkan sebelumnya. Persoalan-persoalan yarig dihadapi dalam KAB pun semakin kompleks dan luas, tidak hanya menyangkut nilai-nilai budaya saja, tetapi juga aspek-aspek sosial, ekonomi, politik, teknologi dan berbagai aspek lainnya.

Dari berbagai definisi tentang KAB seperti yang telah dibahas sebelumnya, tampak bahwa unsur-unsur pokok yang mendasari proses komunikasi antar budaya ialah konsep-konsep tentang "kebudayaan" dan "komunikasi". Hal ini pun digaris bawahi oleh Sarbaugh (1979) dengan pendapatnya bahwa pengertian tentang komunikasi antar budaya memerlukan suatu pemahaman tentang konsep-konsep komunikasi dan kebudayaan, serta adanya saling ketergantungan antara keduanya. Saling ketergantungan ini terbukti, menurut Sarbaugh, apabila disadari bahwa: (1) Pola-pola komunikasi yang khas dapat berkembang atau berubah dalam suatu kelompok kebudayaan khusus tertentu; (2) Kesamaan tingkah laku antara satu generasi dengan generasi berikutnya hanya dimungkinkan berkat digunakannya sarana-sarana komunikasi.

 Proses komunikasi antar budaya melibatkan berbagai unsur, di antaranya bahasa dan relatifitas pengalaman. Relatifitas persepsi, perilaku non verbal, gaya komunikasi, serta nilai dan asumsi.

1)      Bahasa

Bahasa merupakan suatu perangkat kata yang diikat oleh berbagai peraturan. Mempelajari bahasa asing merupakan proses sederhana dengan menyubtitusikan kata-kata dan peraturan tata bahasanya, sehingga memiliki arti yang sama. Bahasa merupakan alat komunikasi dan juga sebagai perwakilan atas persepsi dan pemikiran. Bahasa juga membantu kita untuk membentuk konsep dan pengelompokkan benda melalui kategori verbal dan prototip serta membimbing kita dalam merasakan dan memaknai pengalaman sosial kita.

2)      Persepsi

Pada tingkat dasar persepsi, bahasa dan budaya membimbing kita dalam membentuk gambaran tertentu. Persepsi dalam komunikasi antar budaya adalah proses mengungkap arti objek-objek sosial dan kejadian-kejadian yang kita alami dalam lingkungan kita. Setiap orang akan memiliki gambaran yang berbeda mengenai realitas di sekelilingnya.

Pengertian persepsi menurut para ahli, diantaranya:

·         Menurut J. Cohen persepsi adalah pengetahuan yang tampak mengenai apa yang ada diluar sana.

·         Menurut Rudolph F. Ferderber persepsi adalah proses menafsirkan informasi indrawi.

·         Menurut John R. Wenburg dan William W.Wilmot persepsi adalah cara organisme memberi makna.

Sehingga dari beberapa pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah inti komunikasi dan penafsiran adalah inti persepsi yang identik dengan penyandian balik.

3)      Perilaku non verbal

Bahasa verbal merupakan istilah digital, dengan kata lain “kata” sebagai simbolisasi atas fenomena tertentu. Perilaku nonverbal merupakan istilah analogi, yang mewakili fenomena tertentu dengan menciptakan keadaan atau suasana yang diekspresikan secara langsung. Misalnya, secara digital kita ucapkan “Aku Mencintai mu”. Sementara, secara analogi perasaan tersebut terwakili dengan tatapan dan sentuhan.

4)      Gaya komunikasi

Pola kebiasaan dalam berpikir dimanifestasikan dengan perilaku komunikasi. Karena kebiasaan berpikir kita sebagai besar ditentukan oleh kebudayaan, sehingga saat proses pertukaran kebudayaan seharusnya kita memerhatikan perbedaan dalam gaya komunikasi.

5)      Berbagai nilai dan asumsi

Nilai kebudayaan merupakan suatu pola atau norma kebaikan dan keburukan yang dihasilkan oleh masyarakat yang kemudian digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Asusmsi kebudayaan berhubungan dengan nilai kebudayaan, namun ia lebih lekat dengan fenomena-fenomena sosial.[1]

Adapun unsur atau komponen komunikasi sebagai berikut:[2]

1.      Manusia

Dalam proses komunikasi manusia tentunya melibatkan beberapa orang yang masing-masing memiliki dua peran sekaligus yaitu sebagai sumber pesan dan sebagai penerima pesan. Yang dimaksud dengan sumber pesan adalah pihak yang menginisiasi sebuah pesan, dan yang dimaksud dengan penerima pesan adalah pihak yang menjadi target pesan. Setiap individu tidaklah menampilkan kedua peran ini secara independen. Melainkan, mereka berperan sebagai sumber pesan dan penerima secara simultan dan berkesinambungan. Baik sumber pesan atau penerima pesan tidak merespon semua pesan secara seragam atau menyampaikan pesan dengan cara yang sama. Baik sumber pesan maupun penerima pesan memiliki karakteristik individu seperti ras, jenis kelamin, usia, budaya, nilai-nilai, dan sikap yang mempengaruhi orang lain dalam mengirim dan menerima pesan.

2.      Pesan

Pesan dalam komunikasi antar budaya dapat berupa pesan verbal dan pesan nonverbal sebagai bentuk dari gagasan atau ide, pemikiran, ataupun perasaan yang sumber pesan ingin sampaikan atau komunikasikan kepada orang lain atau sekelompok orang yakni penerima pesan. Pesan adalah sebuah isi dari interaksi yang termasuk didalamnya berupa simbol-simbol (kata-kata atau frasa) yang digunakan untuk mengkomunikasikan berbagai gagasan yang disertai dengan ekspresi wajah, gerakan tubuh, gesture, kontak fisik, nada suara, dan kode-kode nonverbal lainnya. Pesan dapat disampaikan secara singkat dan mudah untuk dimengerti atau bahkan disampaikan dengan lebih panjang dan sangat kompleks

3.      Media saluran/Channel

Yang dimaksud dengan channel adalah saluran atau media yang menjadi alur pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan. Sebuah pesan bergerak dari satu tempat ke tempat lain, atau dari satu orang ke orang lain melalui sebuah media atau channel. Saluran atau media komunikasi dapat berupa gelombang udara, gelombang suara, kabel dan lain-lain

4.      Umpan Balik

Feedback atau umpan balik adalah tanggapan yang diberikan oleh penerima pesan yang berupa tanggapan verbal ataupun tanggapan nonverbal. Idealnya, kita merespon pesan yang disampaikan oleh orang lain dengan memberikan umpan balik sehingga sumber pesan mengetahui bahwa pesan telah diterima. Umpan balik adalah bagian dari berbagai situasi komunikasi. Walupun tidak memberikan respon atau diam, itupun sebenarnya adalah bentuk umpan balik

5.      Kode

Yang dimaksud dengan kode adalah sebuah susunan sistematis dari simbol-simbol yang digunakan untuk menciptakan makna di dalam pikiran orang atau orang lain. Simbol-simbol yang dimaksud dapat berupa kata-kata, frasa, dan kalimat yang digunakan untuk membangkitkan atau menciptakan gambar, pemikiran, dan ide di dalam kikiran orang lain. Sebuah computer umumnya membawa pesan-pesan melalui kode biner pada kabel atau serat optic. Hal yang sama dapat kita lakukan dengan orang lain dengan menggunakan sebuah kode yang disebut dengan bahasa. Terdapat dua kode yang digunakan dalam komunikasi antar budaya, yaitu kode verbal dan kode nonverbal. Kode verbal terdiri dari simbol-simbol dan susunan gramatikal. Semua bahasa adalah kode. Kemudian, kode nonverbal terdiri atas simbol-simbol yang bukan berupa kata-kata termasuk didalamnya bahasa tubuh, ruang dan waktu, pakaian, dan lain-lain. Kode nonverbal bukanlah kode non-oral. Semua kode non-oral seperti gerakan tubuh adalah kode nonverbal. Kode nonverbal meliputi kode oral seperti suara, durasi, pitch, dan lain-lain.

6.      Enconding dan Decoding

Proses komunikasi dapat dilihat dari Encoding dan Decoding, Encoding didefinisikan sebagai sebuah proses mengartikan atau menyandi sebuah pesan ke dalam sebuah kode. Decoding adalah proses memberikan makna terhadap pesan tadi.

7.      Gangguang atau Hambatan

Dalam segala sesuatu yang kita lakukan dalam komunikasi antar budaya akan terjadi hambatan ataupun gangguan. Ganguan adalah segala bentuk interferensi dalam proses encoding dan decoding yang mengurangi kejelasan sebuah pean. Gangguan dapat bersifat fisik seperti suara yang sangat keras atau sebuah perilaku yang tidak biasa misalnya seseorang yang berdiri terlalu dekat dengan kita sehingga kita merasa tidak nyaman. Gangguan juga dapat berupa gangguan mental, psikologis, atau semantic. Tentunya unsur-unsur komunikasi lintas budaya tersebut juga berpengaruh dalam kegiatan berdakwah, karena peroses dakwah tidak akan berhasil ataupun akan menemui kesusahan jika kehilangan salah satu unsur tersebut. Contohnya adalah dakwah akan susah dipahami jika da’i memberikan pesan/materi dakwah yang tidak sesuai dengan pengetahuan mad’u, dan juga proses dakwah tidak akan berjalan menarik jika da’i tidak mendapatkan feedback yang baik oleh mad’u.

Komentar

Postingan populer dari blog ini